Sabtu, 26 November 2011

Sifat Karakter Orang yang Sukses dalam Berbisnis

Ternyata menurut beberapa penelitian yang dilakukan, terdapat 13 karakter yang membuat seseorang dapat menjadi sukses dalam menapaki usaha dan bisnis mereka.

1. Punya Cita-cita yang kuat, ingat… yang KUAT.

2. Tidak pernah takut untuk GAGAL.

3. Berani Keluar dari Comfort Zone, berani mengerjakan hal-hal yang tidak menyenangkan pada mulanya, mau mengorbankan kesenangan untuk sementara dan setelah itu akan menikmati kesenangan itu untuk selamanya.

4. Bertanggungjawab penuh untuk hasil yang ia dapatkan. Terutama jika gagal tidak menyalahkan siapapun.

5. Tidak pernah menunggu waktu yang menurutnya tepat untuk memulai sesuatu. Sehingga karena menunggu terus, tidak pernah mulai Action.

6. Mampu menyusun target pribadi.

7. Punya rencana kerja dan mengevaluasinya secara berkala.

8. Punya disiplin diri untuk mengerjakan langkah-langkah sesuai target. Jadi apa yang dilakukannya tidak berdasarkan ‘mood’, kadang suka kadang tidak.

9. Tahu cara memilah apa yang penting atau apa yang tidak penting yang dilakukannya, agar tercapai cita-citanya.

10. Selalu melihat keadaan yang tidak menyenangkan yang dihadapinya sebagai sesuatu yang sifatnya sementara dan selalu ada jalan keluar untuk itu.

11. Punya jiwa besar yang selalu memberikan dukungan terhadap orang lain, sehingga mampu melihat kesuksesan orang lain sebagai tantangan/motivasi untuk membuatnya lebih maju.

12. Selalu punya sikap positif terhadap apa yang didapatkannya. Karena di dunia ini dalam setiap hal selalu ada 2 hal yang datang bersamaan, ada positif dan ada negatif.

13. Selalu mampu bersyukur atas apa yang diterimanya. Sehingga mampu menikmati proses demi proses tahapan yang harus dilalui untuk menjadi orang yang sukses.

Rabu, 23 November 2011

did you know : pengaruh obat narkotik dan golongannya terhadap saraf manusia

DEWASA ini, banyak orang yang mengonsumsi obat-obatan atau narkoba, mulai dari anak kecil sampai dewasa, bahkan orang yang lanjut usia. Sebenarnya, narkoba ini digunakan di rumah sakit-rumah sakit, seperti narkotika yang digunakan untuk menghilangkan rasa sakit pasien pada saat operasi.

Untuk pemakaian ini, narkotika harus digunakan sesuai dengan dosis yang tepat dan di bawah pengawasan dokter. Namun, karena efeknya yang dianggap dapat membuat jiwa lebih tenang dan nyaman, ada upaya sebagian orang untuk menyalahgunakannya, yaitu menenangkan jiwa yang sedang kacau sehingga beban tersebut terasa hilang. Padahal, beban tersebut tetap ada, malahan pemakaian obat-obatan tersebut menambah masalah baru bagi dirinya, terutama kesehatannya. Masalah tersebut akan timbul apabila si pemakai telah merasa ketagihan, yaitu dengan rusaknya alat tubuh terutama sistem saraf, penurunan gairah seksual, dan kemandulan.

Ada empat macam obat yang berpengaruh terhadap sistem saraf, yaitu:

1. Sedatif, yaitu golongan obat yang dapat mengakibatkan menurunnya aktivitas normal otak. Contohnya valium.

2. Stimulans, yaitu golongan obat yang dapat mempercepat kerja otak. Contohnya kokain.

3. Halusinogen, yaitu golongan obat yang mengakibatkan timbulnya penghayalan pada si pemakai. Contohnya ganja, ekstasi, dan sabu-sabu.

4. Painkiller, yaitu golongan obat yang menekan bagian otak yang bertanggung jawab sebagai rasa sakit. Contohnya morfin dan heroin.

Penggunaan obat-obatan ini memiliki pengaruh terhadap kerja sistem saraf, misalnya hilangnya koordinasi tubuh, karena di dalam tubuh pemakai, kekurangan dopamin. Dopamin merupakan neurotransmitter yang terdapat di otak dan berperan penting dalam merambatkan impuls saraf ke sel saraf lainnya. Hal ini menyebabkan dopamin tidak dihasilkan. Apabila impuls saraf sampai pada bongkol sinapsis, maka gelembung-gelembung sinapsis akan mendekati membran presinapsis.

Namun karena dopamin tidak dihasilkan, neurotransmitte tidak dapat melepaskan isinya ke celah sinapsis sehingga impuls saraf yang dibawa tidak dapat menyebrang ke membran post sinapsis. Kondisi tersebut menyebabkan tidak terjadinya depolarisasi pada membran post sinapsis dan tidak terjadi potensial kerja karena impuls saraf tidak bisa merambat ke sel saraf berikutnya.

Efek lain dari penggunaan obat-obatan terlarang adalah hilangnya kendali otot gerak, kesadaran, denyut jantung melemah, hilangnya nafsu makan, terjadi kerusakan hati dan lambung, kerusakan alat respirasi, gemetar terus-menerus, terjadi kram perut dan bahkan mengakibatkan kematian. Untuk menyembuhkan para pencandu diperlukan terapi yang tepat dengan mengurangi konsumsi obat-obatan sedikit demi sedikit di bawah pengawasan dokter dan diperlukan dukungan moral dari keluarga serta lingkungannya yang diiringi oleh tekad si pemakai untuk segera sembuh. Hal yang paling penting adalah ditumbuhkannya nilai agama dalam diri si pemakai.


did you know : Kereta api kecepatan tinggi

Ketika Richard Trevithick memperkenalkan lokomotif uap pada tanggal 21 February 1804, melaju dengan kecepatan 8 km/jam (5 mph). Pada tahun 1815, seorang Inggris yang bernama George Stephenson membuat locomotif uap untuk barang yang pertama di dunia, digunakan oleh pertambangan Killingworth. Pada tahun 1825, dia memperkenalkan kereta api penumpang pertama, yang dapat melaju dengan kecepatan 25 km/jam (16 mph). Saat ini kereta dapat 'melayang' diatas rel dengan kecepatan 500 km/jam (311 mph). Dan memang benar-benar melayang, karena tidak menyentuh sama sekali pada relnya.

The Eurostar
Eurostar menggunakan tenaga 12,200 kW untuk membawa 766 penumpang dengan kecepatan 300 km/jam (188 mph)

Kebutuhan akan kereta api cepat
Kebutuhan akan kereta api cepat semakin meningkat sejak Jepang memperkenalkan kereta api peluru Shinkansen pada tanggal 1 Oktober 1964, yang menandai dibukanya Olimpiade Asia yang pertama di Tokyo. Kereta api peluru membuktikan bukan hanya mengagumkan saja, tetapi juga layak dipasarkan sebagai kereta api tercepat.

Diawal tahun 70-an, negara Perancis membuat TGV (Train Grande Vitesse). TGV adalah versi Perancis untuk jenis kereta api kecepatan tinggi. Masih ada lagi yang lainnya: bahkan lebih dari 350 buah. ICE3, buatan Siemens, Jerman, mencapai kecepatan 330 km/jam (206 mph). Eurostar dengan kapasitas 700 penumpang melaju dengan kecepatan 300 km/jam (188 mph), dengan sumber daya 2 motor penggerak berkekuatan 12,200 kW. Team gabungan Siemens dan French Alstrom membuat Spanish Talgo, yang mencapai kecepatan 350 km/jam (218 mph). Di Australia, Speedrail TGV yang menghubungkan Sydney-Canberra berjalan dengan kecepatan hingga 360 km/jam (225mph) di tahun 2004. Di Amerika Serikat sendiri, Acela, akan melaju dengan kecepatan 320 km/jam (200 mph). Bahkan China pun telah merancang jenis kereta api baru berkecepatan tinggi yang menghubungkan kota Beijing dan Shanghai sejauh 1,280 km (800 miles). KEreta api berkecapan tinggi juga terdapat di Inggris, Itali, Belgia, Belanda, Switzerland, Taiwan dan Korea Selatan. Tapi mungkin hanya Jepang yang diketahui memiliki kereta api Super cepatnya, yang melaju dengan kecepatan 552 km/jam (345 mph).

Teknologi
Untuk mencapai kecepatan yang mengagumkan ini, dibutuhkan kecanggihan juga untuk mengembangan sistem baru dalam perancangan jalur rel.

Pada jalur rel kereta TGV, bagian relnya dilas dengan baja hibrid dan beton, yang diletakkan diatas bantalan balas yang tebal. Kombinasi antara faktor sudut dan superelevasi sangat menentukan terwujudnya kecepatan super ini: radius jarak 5 km (3 mil) dianggap terlalu pendek. Diantara tiap gerbong dihubungkan dengan 2 poros semi permanen.

Pada kerete Maglev sistem yang digunakan adalah tenaga elektromaknit antara maknit superkondukting pada badan kereta dengan koil pada bantalan rel. Pada saat maknit melewati dengan kecepatan tinggi, sebuah daya listrik muncul pada koil, yang mengakibatkan terjadinya medan elektromaknit sementara. Hasilnya, terjadi dua tenaga, yang saling mendorong dan menarik maknit superkondukting sehingga kereta melayang diatas bantalan rel. Daya ini pula menyebabkan kereta dapat melaju dengan kecepatan sangat tinggi.

TGV Atlantique
TGV Atlantique, dengan kapasitas kursi 485 dan dapat mencapai kecepatan lebih dari 300 km/jam (188 mph). Di tahun 1990, kecepatan yang dicapai 515 km/jam (321,8 mph)

Kereta melayang
Kereta Maglev sebenarnya tidak pernah menyentuh relnya pada saat berjalan. Sistem superconduktor-nya membuat kereta melayang diatas permukaan rel. Kereta buatan Siemens-Alstrom melayang 1cm (0,39 in) diatas rel. Kereta Jepang Shinkansen melayang 10 cm (3,9 in) diatas relnya. Shinkansen menggunakan rodanya hingga mencapai kecepatan 100 km/jam (62 mph) sebelum dia benar-benar melayang. Pada kecepatan tertentu, helium encer yang sangat dingin digunakan untuk meminimalkan kehilangan energi pada bidang maknit. Sedangkan jenis yang dibuat di Eropa menggunakan maknit biasa, tetapi membuatnya lebih cepat melayang.

Riset Maglev dimulai tahun 1962, dan pada tahun 1970 studi tentang sistem levitasi elektrodinamis dengan menggunakan superkonduksi telah menampakkan hasilnya. Pengujian pertama dilakukan pada tahun 1979. Di bulan Desember 1986, sebuah kereta dengan 3-mesin tercatat mencapai kecepatan 352.4 km/jam (220 mph). Di bulan Desember 1997, sebuah kereta dengan jenis MLX01 yang berawak dapat mencapai kecepatan 531 km/jam (331 mph), sedangkan yang tidak berawak dapat mencapai 550 km/jam (344 mph). Tahun berikutnya, sebiuah pengujian terhadap sepasang kereta api yang saling berpapasan dengan kecepatan relatif 966 km/jam berhasil. Di bulan Maret 1999, sebuah kereta tanpa awak MLX01 5-mesin dapat mencapai kecepatan 548 km/jam (342 mph). Di bulan April, kereta berawak 5-mesin MLX01 mencatat rekor yang menakjubkan dengan mencapai kecepatan 552 km/jam (345 mph).

Bagaimana cara berhentinya?
Kereta TGV memiliki sistem rem dinamis, dengan bantalan rem untuk berhenti untuk kebutuhan darurat. Setiap gerbong dilengkapi dengan empat cakram per as rodanya, dan bantalan rem cadangan. Rem dengan sistem induksi maknit sedang direncanakan untuk model yang akan datang. Cara penghentian kereta Maglev sama dengan caranya maju, yaitu dengan sistem maknit superkonduksi.

Jalur kereta api super cepat ini benar-benar dipagar ketat dan dirawat dengan sangat teliti. Walalupun pernah terjadi kasus tergelincir, namun dalam hampir dua dekade pengoperasianya tidak pernah terjadi jatuh korban.

Pada kecepatan tinggi sangat tidak mungkin untuk dapat melihat tanda-tanda di sepanjang rel. Semua sinyal ditransmisikan ke dalam kereta langsung melalui rel ke monitor pengawas di dalam kabir kereta. Hampir semua fungsi pada kereta super cepat ini dikontrol secara digital, benar-benar sesuai dengan angkutan di era digital.

Ikuti jalur

Di tahun 1815, lokomotif uap temuan George Stephenson berjalan diatas jalur antar rel selebar 1,42m (4ft 8in) . Kemudian dia menambahkan 1,3 cm (1/2 inchi) pada lebar jalur. Lebar inilah yang menjadi ukuran standar saat ini (1,44m or 4ft 8 1/2 in).

Pada bulan Desember 1830, the Best Friend of Charleston, menarik sebuah kepala kereta diatas jalur kereta api di Carolina Selatan, dalam rangka memperkenalkan jalur kereta api di Amerika

Lokomotif pertama buatan Amerika adalah Tom Thumb, yang dibuat oleh Peter Cooper.

Di tahun 1888, Frank J. Sprague menyelesaikan jalur kereta api listrik yang pertama dengan panjang 19 km (12 miles) di Richmond, Virginia. Tetapi, lokomotif listriknya sendiri baru diperkenalkan pada tahun 1895.

Kereta bermesin diesel yang pertama berjalan ditahun 1925. Kereta diesel yang paling cepat di dunia adalah TEP80 buatan Rusia, dapat melaju dengan kecepatan 273 km/jam (147 mph).

Kereta TGV 001 buatan Perancis, menggunakan tenaga turbin gas,dapat melaju dengan kecepatan paling tinggi 318 km/jam (198 mph) pada tanggal 8 Desember 1972.

Kereta TGV Atlantique dapat mencapai kecepatan 515 km/jam (321,8 mph) pada tanggal 18 Mei 1990.

Pada bulan April 1999, kereta Maglev 5 mesin buatan Jepang mencatat rekor dunia dengan kecepatan 552 km/jam (345 mph).

Kata lokomotif digunakan bila mesin tenaganya dapat dipisahkan dari gerbongnya

Shinkansen E2 train of Japan - pic copyright 1998 DAJ Fossett
Kereta super cepat Shinkansen E2 yang menghubungkan Nagano ke Tokyo
Hak cipta Photo ada pada DAJ Fossett



See: Kereta berkecepatan tinggi

Jumat, 18 November 2011

menikah di saat kuliah dan sambil bekerja..bagaimana???

Menikah di kala kuliah sambil kerja enak gak ya? Setelah capek berkerja , berkutat dengan buku-buku, ‘killer’-nya dosen, tugas-tugas yang gak bosan menanti, tampang kita yang kucel banget, tapi saat di rumah bisa seger lagi lho. Kebayang, ada istri yang menanti, anak yang ribut cerita-cerita, lalu makan bareng, dan kita sibuk bermain-main dengan anak , ada istri yg melayani....gak terbayang enaknya

Tapi ada juga yang sebaliknya, nah lho! Udah capek di kantor, pulang-pulang ke rumah, rumah laksana kapal pecah, anak-anak pada berantem, nangis,anak belom mandi wah…kaya’ ginian sepet nih. Belum lagi di tambah saat tibanya masa ujian semester ,sibuk dan stress karna pekerjaan, whoooaaaaa...!!!jadi ingin nangis. Perasaan, kok nikah malah jadi sengsara .....dan beban

Ada juga mereka yang jalani aja .. biarpun aral melintang dihadapi bersama .. yg penting berkeluarga dulu...sedangkan saya..masih berfikir masalah investasi masa depan , takut , dan berfikir agar anak dan istri saya kelak tidak akan kesusahan saat bersamaku.. T_T

Jadi idealnya gimana dong? Nyelesaikan kuliah dulu sambil bekerja, baru menikah, atau sambil kuliah juga menikah. Ada lho yang berhasil, dalam artian ‘berani menikah’ dan prestasi tetap dapat diraih. Tapi ya…itu, ada pula yang sebaliknya. Gedubrak! pusing....antara takut dan banyak berfikir..

Masalah diatas bukan hanya terjadi pada kita saja lho, banyak banget kasus seperti ini. Karena itu dalam Islam kita kenal istilah Fiqih Muwazanah, atau fiqih untuk membuat pertimbangan-pertimbangan praktis. Atau kerennya sih, kaedah fiqih ini bisa untuk membuat pertimbangan-pertimbangan praktis. Misalnya nih, mana dulu yang penting sih antara menikah saat masih kuliah sambil berkerja atau setelah selesai kuliah baru menikah.

Buat ‘kalangan atas’, kaidah fiqih ini sering digunakan juga di kalangan aktifis dakwah yang hendak menikah lagi [ta'addud atau poligami]. Pertimbangan mereka sih memang udah beda, mereka mikirnya dengan alasan dakwah perlu menambah seseorang atau lebih gak ya, di samping seorang istri yang udah jadi pendampingnya. Nyambung gak? Kalau gak nyambung di-EGP-in aja, karena ini ‘pembicaraan kalangan atas’, lha 1 aja belum ada dan gak dapat-dapat, udah bicara ta’addud. haahaahaa

Wah…yang cewek bisa sensitif nih! Kalem…kalem…Tausyiah ini baru membahas tentang menikah sambil kerja dan kuliah kok, belum ta’addud-ta’addud-an. Ntar kalau masing-masing udah punya 1, baru kita rencanakan strateginya..haahaa

Terkait dengan masalah di atas, kita lihat yuk, bagaimana Sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunnah [juz 2 hal. 12-15, Darul Fikri, tahun 1412 H/1992 M] menjelaskan tentang menikah ini.

Dari buku tersebut, kita bisa membuat khulashah [rangkuman] dari pandangan ulama diatas, yaitu:

1. MENIKAH HUKUMNYA WAJIB

Artinya, jika dilakukan menjadikan Allah Subhanahu wa Ta’ala ridho, dan pelakunya mendapatkan pahala, dan jika tidak dilakukan menjadikan Allah Subhanahu wa Ta’ala murka dan yang meninggalkannya mendapatkan dosa. Nah, kapan menikah menjadi perbuatan wajib? Yaitu, apabila memenuhi hal-hal berikut ini: – Dirinya telah memiliki kemampuan, baik materiil maupun biologis. – Nafsu dan jiwanya telah menggelora. – Terancam atau khawatir terjerumus dalam perzinahan.

2. MENIKAH HUKUMNYA SUNNAT

Bisa sunnat juga lho, artinya jika dilakukan mendapatkan pahala dan jika ditinggalkan tidak mendapatkan dosa. Menikah menjadi perbuatan sunnat, jika kondisinya adalah sebagai berikut: – Dirinya telah memiliki kemampuan, baik materiil maupun biologis. – Nafsu dan jiwanya telah menggelora. – Tidak ada kekhawatiran dalam dirinya [atau merasa aman] dari perzinahan.

3. MENIKAH HUKUMNYA HARAM

Wuah…menikah kok hukumnya haram ya? Iya, yaitu jika kondisinya adalah: – Tidak memiliki kemampuan, baik materiil maupun biologis. – Nafsu dan jiwanya sudah menggelora.

Kalau emang kondisinya kaya’ gini, maka yang mestinya dilakukan adalah hendaklah dia memperbanyak berpuasa dan menyiapkan diri untuk memiliki dua kemampuan di atas, serta menjaga kesucian dirinya.

4. MENIKAH HUKUMNYA MAKRUH

Menikah juga ada yang makruh ya? Yup! Yaitu apabila kondisinya adalah: – Tidak memiliki kemampuan, baik materiil maupun biologis. – Nafsu dan jiwanya sudah menggelora. – Pihak wanitanya menerima kondisi ini.

5. MENIKAH HUKUMNYA MUBAH ATAU JAIZ ATAU BOLEH

Maksudnya, jika kondisi seseorang biasa-biasa saja, tidak ada kondisi yang mewajibkan atau mensunnatkan, dan tidak ada pula kondisi yang mengharamkan atau memakruhkan.

Nah…sekarang udah tahu-kan, bahwa dalam fiqih Islam, hukum pernikahan ada yang wajib, sunnah, makruh, haram, dan mubah. Ini sesuai dengan keadaan yang bersangkutan lho, artinya tiap orang bisa beda-beda kan.

Sekarang coba merenung deh, atau berdiri depan cermin, kira-kira yang di cermin itu pada posisi mana ya. Hmm…mikir-mikir .. dan sampek pusing aku memikirkannya.

Kalau udah mikir, lalu kesimpulannya bahwa posisi sekarang adalah posisi kedua, maka menurut Ustadz Musyaffa A. Rahim, Lc ada 1 lagi pertimbangan yang harus dilakukan. Wuah…ribet banget sih mau nikah aja! Gak kok, menurut beliau pertimbangan apabila teman-teman pada posisi kedua, yaitu apakah dengan menikah nanti, kuliah akan terganggu atau terhenti?

Kalau menikah akan mengganggu kuliah, dalam artian gangguan serius seperti cuti, apalagi sampai terhenti, maka menikah saat sekarang ini tidaklah masuk kategori sunnat [kedua], namun sebaliknya, yaitu makruh [keempat]. Karena menurut beliau lagi, menuntut ilmu hukumnya wajib, sementara menikah pada kondisi seperti diatas ‘hanyalah’ sunnat.

Gimana kalau dalam perhitungan, menikah gak akan menjadi gangguan serius terhadap perkuliahan, bahkan akan menjadi faktor kesuksesan, maka menikah pada kondisi ini paling tidak hukumnya adalah sunnat, bahkan bisa menjadi wajib lho, wallahu a’lam.

Termasuk dalam hal ini, jika udah mikir-mikir sebenarnya sih ada pada posisi makruh [keempat], namun ada cewek yang mengajak menikah, ehm…ehm…bahkan cewek itu ngasih jaminan untuk tidak mengganggu perkuliahan, malah mau bantu-bantu, wooowww…aseeeekkkk* [senang banget dan berbinar-binar], maka kondisi makruh bisa jadi sunnat. Sebab faktor yang memakruhkannya telah hilang dengan adanya jaminan itu.

Namun lagi-lagi Ustadz Musyaffa menyarankan kepada para teman-teman untuk berpegang pada sifat rujulah [kejantanan], jadi bukan mengandalkan atau menyandarkan diri pada jaminan pihak cewek. Bukan gak percaya pada jaminan cewekt lho, namun demi menjaga sifat rujulah tersebut. Iya dong, cowok itu kan calon ‘qowwam’-nya cewek dan kepala rumah tngga di keluarga! Jadi tunjukkan tuh sifat rujulah!

Kalau udah pada posisi sunnat, maka segera diskusikan dengan orang tua, agar ada tafahum dalam hal ini, jadi kamu puas orangtua pun qana’ah dengan keputusan menikah. Sama-sama puas.

mari kita merenung, mikir…mikir…kalau udah pada posisi emang harus menikah, jangan ‘mbulet’ lho, pake’ alasan sana-sini. Karena kalau sebenarnya udah dalam posisi sehat dan mampu, dan belum menikah maka kata Rasulullah SAW, Ia adalah termasuk teman setan, atau mungkin termasuk golongan pendeta Nasrani, karena sunnah kami adalah menikah. Orang yang paling buruk diantara kamu adalah mereka yang membujang. Orang mati yang paling hina di antara kamu adalah orang yang membujang. [HR Ibnu Atsir dan Ibnu Majah]

Syeeerem ammiiirrrr! aku sampek merinding dan berfikir.... dapat idak..dapat idak pasangan..haahaa

Bukankah dengan menikah, mereka akan disejajarkan Rasulullah SAW dengan mujahid fii sabilillah yang dijanjikan akan mendapat pertolongannya! Karena kata beliau, tiga golongan yang menjadi keharusan Allah untuk membantu mereka adalah orang yang menikah untuk memelihara kesucian diri, budak yang hendak membayar kemerdekaan dirinya, dan orang-orang yang berperang di jalan Allah. [HR Ahmad, Turmudzi, an-Nasa'i dan Ibnu Majah]

Wallahu a’lam bi showab.

hanya sedikit edit dan penambahan.

haris

di copas dan sedikit ane edit