Senin, 19 Desember 2011

Manufacturing Hope! ala bapak Dahlan Iskan yg saya kagumi

Manufacturing Hope 1
Senin, 21 November 2011

Industri apakah yang harus pertama-tama dibangun di BUMN? Setelah sebulan menduduki jabatan menteri negara badan usaha milik negara (BUMN) dan setelah mengunjungi lebih dari 30 unit usaha milik publik ini, saya bertekad untuk lebih dulu membangun industri yang satu ini: manufacturing hope! Industrialisasi harapan.

Itu bisa saya lakukan setelah saya berketetapan hati untuk lebih memerankan diri sebagai seorang chairman/CEO daripada seorang menteri. Kepada jajaran Kementerian BUMN, saya sering” bergurau “lebih baik saya seperti chairman saja dan biarlah wakil menteri BUMN yang akan memerankan diri sebagai menteri yang sebenarnya”.

Sebagai chairman/CEO Kementerian BUMN, saya akan lebih fleksible, tidak terlalu kaku, dan tidak terlalu dibatasi oleh tembok-tembok birokrasi. Dengan memerankan diri sebagai chairman/CEO, saya akan mempunyai daya paksa kepada jajaran korporasi di lingkungan BUMN.

Meski begitu, saya akan tetap ingat batas-batas: seorang chairman/CEO bukanlah seorang president director/CEO. Ia bisa mempunyai daya paksa, tapi tidak akan ikut melaksanakan. Tetaplah penanggung jawab pelaksanaannya adalah president director/CEO di masing-masing korporasi BUMN.

Dengan peran sebagai chairman/CEO, saya tidak akan sungkan dan tidak akan segan-segan ikut mencarikan terobosan korporasi. Ini sesuai saja dengan arahan Presiden SBY bahwa menteri yang sekarang harus bisa berlari kencang. Dengan memerankan diri sebagai chairman/CEO, saya akan bisa memenuhi harapan tersebut.

Tengoklah, misalnya, bagaimana kita harus menghadapi persoalan hotel-hotel BUMN kita yang berada di Bali. Semuanya sudah berpredikat yang paling buruk. Inna Kuta Hotel sudah menjadi yang terjelek di kawasan Pantai Kuta. Inna Sanur (Bali Beach) sudah menjadi yang terjelek di kawasan Pantai Sanur. Inna Nusa Dua (Putri Bali) sudah pasti menjadi yang terjelek di kawasan Nusa Dua yang gemerlapan itu. Bukan hanya yang terjelek, tapi juga sudah mau ambruk.

Padahal, pada zaman dulu, hotel-hotel ini tergolong yang terbaik di kelasnya. Kini, di arena bisnis perhotelan di Bali, hotel-hotel BUMN telah menjadi lambang kemunduran, keruwetan, dan kekumuhan.

Memang pernah ada upaya untuk bangkit. Direksi kelompok hotel ini (Grup PT Hotel Indonesia Natour) pernah diperbarui. Bahkan tidak tanggung-tanggung. Jajaran direksinya diambilkan dari para profesional dari luar BUMN.

Dengan semangat profesionalisme, grup ini?ingin mulai merombak dua hotelnya: di Padang dan di Kuta. Tapi, dua-duanya mengalami kesulitan. Yang di Padang over investasi. Yang di Kuta sudah enam bulan mengalami slow-down. Yang di Padang itu bisa disebut over investasi karena?jumlah kamarnya jauh lebih besar daripada pasarnya. Ini akan sangat sulit mengembalikan investasinya. Sedangkan yang di Kuta ada persoalan desain yang cukup serius.

Mengapa yang di Padang bisa terjadi over investasi” Ini tak lain karena kultur BUMN yang belum bisa menghindar dari intervensi. Begitu ada perintah untuk membangun hotel dengan skala yang sangat besar, direksinya tidak mampu meyakinkan bahwa skala itu kebesaran. Terutama dilihat dari kemampuan perusahaan. Permasalahan yang di Kuta lebih rumit lagi karena ketambahan masalah birokrasi.

Dua proyek ini kemudian menjadi isu yang ruwet. Ujung-ujungnya, direktur utama yang didatangkan dari luar BUMN itu tidak tahan lagi dan mengundurkan diri. Dalam suasana ruwet seperti itu, tidak mungkin perusahaan bisa maju. Bahkan, moral manajemen dan karyawannya pun bisa rusak, down, dan lalu putus harapan.

Maka, dalam kesempatan tiga hari menghadiri KTT ASEAN di Bali pekan lalu, saya manfaatkan waktu untuk manufacturing hope. Selama di Bali, saya tidak tidur di hotel bintang lima di kompleks KTT berlangsung, tapi memilih tidur di Inna Hotel Kuta yang katanya terjelek itu. Saya ingin ikut merasakan kesulitan manajemen dan karyawan di hotel tersebut. Saya ingin mendalami persoalan yang menghadang mereka. Pagi-pagi saya turun naik di proyek setengah jadi itu.

Menjelang senja kembali turun naik lagi entah sampai berapa kali. Saya ingin, kalau bisa, menerobos hambatannya. Setidaknya saya ingin mereka tidak merasa sendirian dalam kesulitannya. Bahkan, pada malam kedua, saya tidur di kamar mock-up di tengah-tengah proyek yang lagi slow-down itu. Saya melakukan ini tidak lain untuk manufacturing hope.

Hasilnya, insya Allah, cukup baik. Pada hari kedua, semua persoalan bisa teruraikan. Proyek hotel yang sangat grand ini bisa dan harus berjalan kembali. Bahkan, tahun depan harus sudah jadi. Diputuskanlah hari itu: sebuah hotel baru dengan nama baru (Grand Inna Kuta) akan lahir dan menjadi sangat iconic. Apalagi, letaknya hanya di seberang Hard Rock Hotel dengan posisi yang jauh lebih baik karena langsung punya akses ke Pantai Kuta.

Pun, selesai upacara pembukaan KTT ASEAN (selesai melihat cantiknya Perdana Menteri Thailand yang baru, Yingluck Sinawatra) saya copot jas, ganti sepatu kets, dan langsung meninjau luar dalam Hotel Inna Putri Bali. Lokasinya tidak jauh dari gedung megah untuk KTT ASEAN di Nusa Dua itu.

Saya perhatikan mulai dapurnya, ruang cucinya, kamarnya, kebunnya, pantainya, hingga cottage-cottage-nya. Ternyata benar. Bukan hanya telah menjadi yang terjelek di Nusa Dua, tapi juga sudah mau ambruk. Di sini saya juga harus manufacturing hope. Tahun depan hotel yang sangat luas ini harus sudah mulai dibangun ulang.

Setelah membuat keputusan soal Nusa Dua, malam ketiga saya memilih tidur di Sanur. Hotel seluas (duile!) 41 hektare ini juga perlu dibangkitkan. Inilah hotel berbintang yang pertama di Bali. Inilah warisan Bung Karno. Kondisinya sudah kalah dengan tetangga-tetangganya. Hotel ini memiliki garis pantai matahari terbit sejauh 1 km! Alangkah hebatnya. Mestinya.

Saya tentu menginginkan tahun depan hotel besar ini juga ikut bangkit. Mengapa? Sebab, tiga-tiganya berada di Bali. Sebuah kawasan wisata yang pertumbuhannya sangat tinggi. Memang Grup Inna Hotel masih punya puluhan hotel lainnya di seluruh Indonesia (dan umumnya juga dalam keadaan termehek-mehek), namun sebaiknya fokus dulu di tiga hotel ini. Dari sinilah kelak hope akan ditularkan ke seluruh Indonesia.

Tiga hotel besar inilah yang lebih dulu akan menjadi titik tolak kebangkitan entah berapa banyak hotel BUMN ke depan. Saya sebut “entah berapa banyak” karena banyak BUMN yang kini juga memiliki hotel. Grup Inna punya banyak hotel. Garuda Indonesia punya banyak hotel.

Pertamina punya banyak hotel. Kontraktor seperti Perusahaan Perumahan punya banyak hotel. Bahkan, Jasa Marga, konon, juga sedang menyiapkan banyak hotel. Karena itu, keberhasilan tiga pioner di Bali tadi akan besar artinya bagi BUMN.

Memang sebulan pertama ini baru hope yang bisa dibangun. Tapi, kalau sebuah hope bisa membuat hidup kita lebih bergairah, mengapa kita tidak manufacturing hope. Bahan bakunya gampang didapat: niat baik, ikhlas, kreativitas, tekad, dan totalitas. Semuanya bisa diperoleh secara gratis!

Dahlan Iskan
Menteri Negara BUMN

Sabtu, 17 Desember 2011

Biografi Dahlan iskan. sang Pembaharu

Dahlan Iskan (lahir tanggal 17 Agustus 1951 di Magetan, Jawa Timur), dalam bukunya Ganti Hati ada cerita menarik tentang tanggal kelahiranya, Dahlan Iskan menuturkan bahwa tanggal tersebut dikarang sendiri oleh pak Dahlan karena pada waktu itu tidak ada catatan kapan dilahirkan dan orang tuanya juga tidak ingat tanggal kelahirannya. Dan kenapa pak Dahlan memilih tanggal 17 Agustus, karena bertepatan dengan tanggal kemerdekaan Indonesia dan supaya mudah diingat.

Dahlan kecil dibesarkan dilingkungan pedesaan dangan serba kekurangan, akan tetapi sangat kental akan suasana religiusnya. Ada cerita menarik yang saya baca pada buku beliau Ganti Hati yang menggambarkan betapa serba kekurangannya beliau ketika waktu kecil. Disitu diceritakan Dahlan kecil hanya memiliki satu celana pendek dan satu baju, tapi masih memiliki satu sarung!. Dan dengan joke-joke pak Dahlan yang segar beliau menceritakan kehebatan dari sarung yang dimiliki. Disini beliau menceritakan bahwa sarung bisa jadi apa saja. Mulai jadi alat ibadah, mencari rezeki, alat hiburan, fashion, kesehatan sampai menjadi alat untuk menakut-nakuti.

Kalau Dahlan kecil lagi mencuci baju, sarung bisa dikemulkan pada badan atasnya. Kalau lagi mencuci celana, sarung bisa dijadikan bawahan. Kalau lagi cari sisa-sisa panen kedelai sawah orang kaya, sarung itu bisa dijadikan karung. Kalau perut lagi lapar dan dirumah tidak ada makanan, sarung bisa diikatkan erat-erat dipinggang jadilah dia pengganjal perut yang andal. Kalau mau sholat jadilah dia benda yang penting unutk menghadap Tuhan. Kalau lagi kedinginan, jadilah dia selimut. Kalau sarung itu sobek masih bisa dijahit. Kalau ditempat jahitan itu robek lagi, masih bisa ditambal. Kalau tambalanya pun robek, sarung itu belum tentu akan pensiun. Masih bisa dirobek-robek lagi, bagian yang besar bisa digunakan sebagai sarung bantal dan bagian yang kecil bisa dijadikan popok bayi. Ada pelajaran yang bisa kita petik dari cerita beliau, bahwa apapun kondisi kita, baik kurang, cukup atau lebih kita harus tetap bersyukur, sabar dan harus menikmati semuanya dengan apa adanya.



Dahlan Iskan Bersama Jawa POS

Jawa Pos didirikan oleh The Chung Shen pada 1 Juli 1949 dengan nama Djawa Post. Saat itu The Chung Shen hanyalah seorang pegawai bagian iklan sebuah bioskop di Surabaya. Karena setiap hari dia harus memasang iklan bioskop di surat kabar, lama-lama ia tertarik untuk membuat surat kabar sendiri. Setelah sukses dengan Jawa Pos-nya, The Chung Shen mendirikan pula koran berbahasa Mandarin dan Belanda. Bisnis The Chung Shen di bidang surat kabar tidak selamanya mulus. Pada akhir tahun 1970-an, omzet Jawa Pos mengalami kemerosotan yang tajam. Tahun 1982, oplahnya hanya tinggal 6.800 eksemplar saja. Koran-korannya yang lain sudah lebih dulu pensiun. Ketika usianya menginjak 80 tahun, The Chung Shen akhirnya memutuskan untuk menjual Jawa Pos. Dia merasa tidak mampu lagi mengurus perusahaannya, sementara tiga orang anaknya lebih memilih tinggal di London, Inggris.
Pada tahun 1982, Eric FH Samola, waktu itu adalah Direktur Utama PT Grafiti Pers (penerbit majalah Tempo) mengambil alih Jawa Pos. Dengan manajemen baru, Eric mengangkat Dahlan Iskan, yang sebelumnya adalah Kepala Biro Tempo di Surabaya untuk memimpin Jawa Pos. Eric Samola kemudian meninggal dunia pada tahun 2000.

Karir Dahlan Iskan dimulai sebagai calon reporter sebuah surat kabar kecil di Samarinda (Kalimantan Timur) pada tahun 1975. Tahun 1976, ia menjadi wartawan majalah Tempo. Sejak tahun 1982, Dahlan Iskan memimpin surat kabar Jawa Pos hingga sekarang. Dahlan Iskan adalah sosok yang menjadikan Jawa Pos yang waktu itu hampir mati dengan oplah 6.000 ekslempar, dalam waktu 5 tahun menjadi surat kabar dengan oplah 300.000 eksemplar. Lima tahun kemudian terbentuk Jawa Pos News Network (JPNN), salah satu jaringan surat kabar terbesar di Indonesia, dimana memiliki lebih dari 80 surat kabar, tabloid, dan majalah, serta 40 jaringan percetakan di Indonesia. Pada tahun 1997 ia berhasil mendirikan Graha Pena, salah satu gedung pencakar langit di Surabaya, dan kemudian gedung serupa di Jakarta. Pada tahun 2002, ia mendirikan stasiun televisi lokal JTV di Surabaya, yang kemudian diikuti Batam TV di Batam dan Riau TV di Pekanbaru.

Sejak akhir 2009, Dahlan diangkat menjadi direktur utama PLN menggantikan Fahmi Mochtar yang dikritik karena selama kepemimpinannya banyak terjadi mati lampu di daerah Jakarta. [3][1] Selain sebagai pemimpin Grup Jawa Pos, Dahlan juga merupakan presiden direktur dari dua perusahaan pembangkit listrik swasta: PT Cahaya Fajar Kaltim di Kalimantan Timur dan PT Prima Electric Power di Surabaya.[1]

Ref :
http://id.wikipedia.org/wiki/Dahlan_Iskan
http://korananakindonesia.wordpress.com/2010/01/14/tokoh-indonesia-si-raja-media-dahlan-iskan/
http://hurek.blogspot.com/2008/01/dahlan-iskan-sang-maestro-bertutur.html
Buku Ganti Hati

Kamis, 01 Desember 2011

mengambil hikman dari buku Robert T kiyosaki

Pernahkah teman-teman baca buku Robert T kiyosaki ( Rich dad Poor dad ) ?
buku itu cukup bagus untuk menambah ilmu dan motivasi kita..
kalo menurutku di dalam buku tersebut mengandung makna :
- kita harus investasi u/ masa mendatang
- mengurangi sifat konsumtif yg tidak sesuai dengan pengeluaran kita ( besarlah pasak dari pada tiang )
jangan terlena dengan buaian dari kartu kredit karna itu merupakan jebakan sifat konsumtif. tidak masalah kalo uang kita berlebihan , tetapi jika duit kita pas2an maka kita akan terlilit utang.
- harus mampu melihat dan mendengarkan peluang sekecil apapun ,( kalo menurutku siih, kalo kita bekerja di perusahaan jangan terlalau royal, tetapi jika ada peluang perusahaan laen yg memberikan uang bayarann dan komisi yg lebih , maka kita ambil )
- uang bukan tolak ukur dari kebahagiaan.. tp hasrat dan keinginan kita dalam mengejar uang tersebut ( kalo menurutku sihh.. dengan kita mendapatkan cukup uang maka kita bisa membahagiakan keluarga kita.. sehingga timbul hasrat u/ menyenangkan orang lain melalui perantara diri kita )
- investasi di pendidikan itu sangat penting, karna dari investasi pendidkan tersebut kita mempunya pola pikir untuk mengetahui tetan kecerdasaan financial kita .
- Memiliki uang tanpa kecerdasan finansial , maka keuangan kita akan semrwut.
- banyak- banyakl bersedekah ( menurutku sesuai janji allah swt, kita memberi 1.. maka nanti kita akan menerima 10 )

itu hasil pemikiran ku..mungkin teman-teman tidak sependapat dengan aku...mungkin ada penafsiran laen..berarti kita adalah manusia yg berfikir..:-))
yukk kita lihat sekilas tentang buku tersebut

pengantar: Buku ini menceritakan 2 “ayah” Robert T. Kiyosaki, yakni ayah kandungnya -sebagai kepada dinas pendidikan di Hawaii, yang berpendidikan tinggi, tapi tidak mengajarkan -yang disebut Robert- intelegensi finansial, dan meninggal dunia tanpa meninggalkan sepeser uang. Ayahnya ini dipanggilnya “poor dad” karena dianggapnya tidak melek finansial. Sedangkan ayah ke-2, sebenarnya adalah ayah temannya (nama temannya adalah Mike) yang ketika mereka berdua masih berumur 9 tahun, “ayah” tsb ( disebutnya “rich dad”) mulai berbisnis banyak (toko, konstruksi, restoran) dalam skala kecil, dan meninggal dalam keadaan mewariskan imperium bisnis kepada anaknya, si Mike.

========================

Rich Dad, Poor Dad: Apa yang diajarkan orang kaya pada Anak-anak Mereka tentang Uang -yang Tidak Diajarkan oleh Orang Miskin dan Kelas Menengah!
Robert T. Kiyosaki bersama Sharon L.Lechter C.P.A
Gramedia Pustaka Utama
Jakarta, 2006 Cetakan ke-21
Aslinya: Copyright @1997, 1998


Hal 29:
“Jadi, apa yang akan memecahkan masalah?”, tanya saya. “Menerima begitu saja uang 10 sen yang amat kecil ini dan tersenyum?”

Ayah saya yang kaya tersenyum,”Itulah yang dilakukan oleh banyak orang. Mereka dengan pasrah hanya menerima slip gajikarena tahu bahwa tanpa itu, mereka sekeluarga akan kesulitan secara finansial. Tetapi hanya itu yang mereka lakukan, menanti kenaikan upah dengan berpikir bahwa uang yang lebih banyak akan memecahkan masalah. Kebanyakan hanya menerimanya, dan sebagian mencari pekerjaan sambilan untuk bekerja lebih keras, tapi lagi-lagi menerima upah yang kecil”.

Saya duduk memandangi lantai, mulai memahami pelajaran yang diberikan oleh ayah saya yang kaya. Saya bisa merasakan inilah rasanya kehidupan. Akhirnya saya memandang ke atas lagi dan bertanya, “Jadi, apa yang akan memecahkan masalah?”

“Ini”, katanya sambil menepuk kepala saya perlahan-lahan. “Benda di antara kedua telingamu ini.”

Hal 40; penjelasan oleh Rich Dad:
“Tidak, kekayaan tidak memecahkan masalah. Saya akan menjelaskan emosi yang lain, yaitu hasrat dan keinginan. Ada yang menyebutnya ketamakan, tapi saya lebih senang menyebutnya keinginan. Sangatlah wajar bila orang menginginkan sesuatu yang lebih baik, lebih indah, lebih menyenangkan. Jadi orang bekerja untuk uang karena keinginan. Mereka menginginkan uang untuk kesenangan yang mereka pikir bisa mereka beli. Tetapi kesenangan yang dibawa oleh uang seringkali tidak lama, dan mereka pun segera menginginkan uang lebih banyak untuk mendapatkan kesenangan lebih banyak, kenikmatan lebih banyak dan keterjaminan lebih banyak. Karena itu mereka terus bekerja, mengira bahwa uang akan menenangkan jiwa mereka yang diganggu oleh rasa takut dan keinginan. Tetapi uang tidak dapat menenangkan jiwa.”

Hal 58; Usahawan Terkaya
Pada tahun 1932, sekelompok pemimpin kami yang paling hebat dan para usahawan terkaya mengadakan sebuah pertemua di Hotel Edgewater Beach di Chicago. Diantara mereka yang hadir tampak Charles Schwab, pimpinan perusahaan baja terbesar; Samuel Insull, presiden perusahaan jasa publik terbesar di dunia; Howard Hopson, pimpinan perusahaan gas terbesar; Ivan Kreuger, presiden International Match Co., salah satu perusahaan terbesar di dunia pada waktu itu; Leon Frazier, presiden Bank of International Settlements; Richard Whitney, presiden New York Stock Exchange; Arthur Cotton dan Jesse Livermore, dua spekulator saham terbesar; dan Albert Fall, anggota kabinet Presiden Harding. Dua puluh lima tahun kemudaian, sembilan dari mereka (yang tercantum di atas), nasibnya berakhir seperti berikut: Schwab meninggal tanpa uang sepeser pun setelah hidup selama lima tahun dengan uang pinjaman. Insull meninggal tanpa uang di tanah asing. Kreuger dan Cotton juga meninggal tanpa uang. Hopson menjadi gila. Whitney dan Albert Fall baru saja dilepaskan dari penjara. Fraser dan Livermore mati bunuh diri.

Saya ragu apakah orang bisa mengatakan apa yang sesungguhnya terjadi pada mereka. Jika kita melihat tahun terjadinya, 1923, itu persis sebelum terjadinya kehancuran pasar dan Depresi Besar pada 1929, yang saya duga berpengaruh sangat besar pada orang-orang itu dan kehidupan mereka. Poinnya adalah begini: Sekarang kita hidup dalam zaman perubahan yang lebih besar dan lebih cepat daripada yang mereka alami. Saya sangat prihatin bahwa terlalu banyak orang menaruh perhatian terlalu besar pada uang dan bukan pada harta mereka yang terpenting, yakni pendidikan mereka. Jika orang disiapkan untuk fleksibel, berpikiran terbuka, dan terus belajar, mereka akan tumbuh semakin kaya melalui perubahan-perubahan itu. Jika mereka mengiran bahwa uang akan memecahkan masalah mereka, saya khawatir orang-orang ini akan menjalani hidup yang berat dan buruk. Kecerdasan bisa memecahkan masalah dan menghasilkan uang. Memiliki uang tanpa kecerdasan finansial akan membuat uang itu cepat habis.

Kebanyakan orang tidak bisa menyadari bahwa yang penting dalam hidup ini bukanlah berapa banyak uang yang bisa Anda hasilkan, tetapi berapa banyak uang yang bisa Anda simpan. Kita tentu pernah mendengar kisah-kisah tentang orang miskin yang memenangkan undian. Secara tiba-tiba mereka menjadi kaya raya, tapi tak lama kemudian jatuh miskin lagi. Mereka memenangkan undian atau lotere jutaan dolar, tapi dalam waktu singkat mereka kembali ke titik di mana mereka mulai. Atau kisah tentang para atlet profesional, yang pada umur 24 tahun, meraup uang jutaan dolar setahun, dan tidur di bawah kolong jembatan pada umur 34 tahun. Dalam sebuah surat kabar yang saya baca ketika saya menulis buku ini, ada cerita tentang seorang pemain basket yang masih muda yang tahun lalu memiliki uang jutaan dolar. Sekarang, dia mengklaim teman-temannya, pengacara dan akuntan telah mengambil uangnya, dan saat ini dia bekerja di tempat cuci mobil dengan upah yang minim.

Hal 74: Kisah tentang bagaimana pencarian impian finansial berubah menjadi mimpi buruk finansial

Ini diperlihatkan sangat baik dengan kembali kepada pasangan muda yang keduanya sama-sama bekerja. Karena pemasukan/penghasilan mereka naik, mereka memutuskan untuk pindah (dari apartemen) dan membeli rumah impian mereka. Setelah tinggal di rumah baru, mereka mempunyai sebuah pajak baru, yang disebut pajak properti (PBB). Kemudian mereka membeli sebuah mobil baru, furnitur baru, peralatan baru yang sesuai dengan rumah baru mereka. Semuanya terjadi dalam sekejap, mereka terjaga dan kolom liabilitas mereka penuh dengan utang kredit rumah dan utang kartu kredit.

Aset & Liabilitas sebagian pasangan muda (Robert T. Kiyosaki)

Mereka sekarang terjebak dalam perlombaan tikus. Anak yang mereka harapan pun lahir sudah. Mereka bekerja lebih keras lagi. Proses itu pun terulang dengan sendirinya. bla bla bla akhirnya kartu kredit mereka terlunasi dengan menutupnya dengan hipotek rumah. Cicilan mereka turun karena mereka memperpanjang utang mereka sampai 30 tahun lebih.

Tetangga mereka menelpon dan mengundang mereka untuk berbelanja -maklum obral besar menjelang hari raya sedang digelar di semua toko dan mal. Sebuah kesempatan untuk menghemat uang, karena harga jelas lebih murah. Mereka berkata dalam hati, “Saya tidak akan membeli apa pun. Saya akan melihat-lihat saja.” Tetapi bila kebetulan mereka menemukan sesuatu, mereka pun akan mengeluarkan kartu kredit mereka dari dompet.

Saya bertemu pasangan muda seperti ini sepanjang waktu, hanya saja nama-nama mereka berbeda, tetapi masalah finansial mereka tetap sama. Mereka datang ke salah satu seminar saya untuk menedengarkan apa yang harus saya katakan. Mereka bertanya pada saya, “Bisakah Anda mengatakan pada kami bagaimana caranya menghasilkan uang lebih banyak?” Kebiasaan mereka menghabiskan/membelanjakan uang telah membuat mereka mencari uang yang lebih banyak.

Mereka bahkan tidak tahu bahwa masalah sesungguhnya adalah bagaimana mereka memilih membelanjakan uang yang memang mereka miliki, dan itulah penyebab riil dari pergumulan finansial mereka. Ini disebabkan oleh kebutaan finansial dan tidak memahami antara aset dan liabilitas.

Uang yang lebih banyak tidak selalu menyelesaikan masalah uang yang dialami seseorang. Intelegensilah yang menyelesaikan masalah. Ada perumpamaan yang dikatakan oleh seorang teman saya berulan kali kepada mereka yang berutang, “Jika kamu mendapati dirimu dalam sebuah lubang… berhentilah menggali.”

Hal 79:
Diagram di bawah ini mengilustrasikan perbedaan persepsi antara ayah saya yang kaya dan ayah saya yang miskin mengenai rumah mereka. Ayah yang satu berpikir bahwa rumahnya adalah aset, dan ayah satunya lagi berpikir bahwa rumahnya adalah liabilitas (kewajiban).

Rumah termasuk aset atau liabilitas?

Saya ingat ketika saya menggambar diagram berikut ini untuk memperlihatkan arah arus kas kepada ayah saya. Saya juga memperlihatkan kepadanya pengeluaran tambahan akibat memiliki rumah. Sebuah rumah yang lebih besar berarti pengeluaran yang lebih besar, dan arus kas terus keluar melalui kolom pengeluaran.

Mengapa rumah termasuk liabilitas, bukan aset?

Hal 127
Permainan CASHFLOW (buatan Robert, red) didisain untuk memberikan umpan balik pribadi kepada setiap pemain. Tujuanya adalah memberi Anda pilihan. Jika Anda menarik kartu bergambar kapal dan itu menempatkan Anda dalam utang, pertanyaannya adalah, “Sekarang, apa yang dapat Anda lakukan?” Berapa banyak pilihan finansial yang berbeda dapat Anda ajukan? Itulah tujuan permainan itu: mengajar pemain untuk berpikir dan menciptakan pilihan-pilihan finansial yang baru dan beragam.

Ada orang yang bermain CASHFLOW memperoleh banyak uang dalam permainan itu, tetapi mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan hal itu. Kebanyakan dari mereka juga tidak berhasil secara finansial dalam kehidupan nyata sehari-hari. Setiap orang lain kelihatan lebih maju daripada mereka, sekalipun mereka mempunyai banyak uang. Dan itu benar dalam kehidupan nyata. Ada banyak orang yang mempunyai banyak uang dan tidak maju secara finansial.

Membatasi pilihan Anda sama saja dengan bergantung pada gagasan-gagasan lama. Saya mempunyai seorang teman SMU yang sekarang bekerja di tiga pekerjaan. Dua puluh tahun yang lalu, dia adalah yang terkaya di kelas saya. Ketika perkebunan gula setempat ditutup, perusahaan tempat dia bekerja turut merosot bersama perkebunan itu. Dalam benaknya, dia hanya mempunyai satu pilihan dan itu adalah pilihan kuno: bekerja keras. Masalahnya adalah, dia tidak dapat menemukan pekerjaan setara yang mengakui senioritasnya dalam perusahaan lama.Akibatnya, pekerjaan yang sekarang dia dapatkan sebenarnya berada di bawah kualifikasi yang dimilikinya, sehingga upahnya pun lebih rendah. Dia sekarang mengerjakan tiga pekerjaan untuk mendapatkan penghasilan yang cukup untuk bertahan hidup.

Hal 129
Sebagai anak muda, Mike dan saya terus-menerus diberi tahu oleh ayah saya yang kaya bahwa “Uang tidaklah riil”. Ayah yang kaya kadang-kadang mengingatkan kami tentang betapa dekatnya kami dengan rahasia uang pada hari pertama kami berkumpul dan mulai “membuat uang” dari batu gips. “Orang miskin dan kelas menengah bekerja untuk uang“, katanya. “Orang kaya menciptakan uang. Semakin riil uang itu menurut kalian, semakin keras kalian akan bekerja untuknya. Jika kalian dapat mengerti gagasan bahwa uang tidak riil, kalian akan tumbuh lebih kaya dengan lebih cepat.”

Satu-satunya aset yang paling kuat yang kita miliki adalah pikiran kita. Jika pikiran dilatih dengan baik, ia dapat menciptakan kekayaan yang luar biasa dalam waktu yang kelihatannya singkat. Kekayaan yang melampaui impian para raja dan ratu 300 tahun yang lalu. Pikiran yang tidak terlatih juga dapat menciptakan kemiskinan yang ekstrim yang akan terus berlanjut dengan mengajarkannya pada keluarga mereka.

Hal 153:
Di sekolah dan tempat kerja, pendapat populer adalah ide tentang “spesialisasi”. Yakni, untuk mendapatkan uang lebih banyak atau dipromosikan, Anda harus mengambil “spesialisasi“. Itu sebabnya para dokter medis selalu mencari spesialisasi. Hal yang sama juga berlaku untuk akuntan, arsitek, pengacara, pilot, dan lain-lain. Ayah saya yang berpendidikan bercaya pada dogma yang sama itu. Itu sebabnya dia sangat bersemangat ketika dia akhirnya mencapai gelar doktoralnya. Dia sering mengakui bahwa sekolah mengganjar orang yang semakin banyak belajar tentang apa yang kurang.

Ayah yang kaya mendorong saya untuk melakukan hal yang sebaliknya, “Kamu ingin tahu sedikit tentang apa yang banyak” adalah sarannya. Itu sebabnya selama bertahun-tahun saya bekerja di bidang-bidang yang berbeda dalam perusahaannya.Untuk sementara, saya bekerja di departemen akuntingnya. Meskipun mungkin saya tidak akan pernah menjadi akuntan, dia ingin saya belajar lewat “osmosis” (pelajaran/pengertian yang berangsur-angsur). Ayah yang kaya tahu saya akan mengambil “jargon” dan pengertian akan apa yang penting dan apa yang tidak penting. Saya juga bekerja sebagai kenek dan pekerja bangunan, dan juga penjualan, pemesanan, dan pemasaran. Dia “mengurus” Mike dan saya. Itu sebabnya dia mendesak kami duduk dalam pertemuan dengan para bankir, pengacara, akuntan, dan broker-nya. Dia ingin kami tahu sedikit tentang setiap aspek imperiumnya.

Hal 156:
Sekali orang terjebak dalam proses seumur hidup untuk membayar tagihan, mereka menjadi seperti tupai kecil yang berlari-lari dalam lingkaran sangkar mereka yang kecil. Kaki-kaki kecil mereka yang berbuku berputar mati-matian, sangkarnya pun berputar kencang, tetapi ketika esok tiba, mereka masih tetap berada dalam sangkar yang sama: pekerjaan yang hebat (sindiran, red)

Hal 160:
Ketika saya bertanya pada kelas yang saya ajar, “Berapa banyak dari kalian yang dapat memasak hamburger yang lebih enak ketimbang McDonalds?” Hampir semua murid mengangkat tangan mereka. Kemudian saya bertanya, “Jadi, jika kebanyakan dari kalian dapat memasak hamburger yang lebih enak, bagaimana McDonald’s bisa menghasilkan uang lebih banyak daripada kalian?”

Jawabannya jelas: McD sangat hebat dalam sistem bisnis. Alasan kenapa begitu banyak orang berbakat itu miskin adalah karena mereka memfokuskan diri untuk membangun hamburger yang lebih enak, dan hanya tahu sedikit atau tidak sama sekali tentang sistem bisnis.

Hal 164:
Kedua ayah saya bersifat murah hati. Keduanya mudah memberi. Mengajar adalah satu cara mereka untuk memberi. Semakin banyak mereka memberi, semakin banyak yang mereka terima. Satu perbedaan yang mencolok adalah dalam hal memberikan uang. Ayah yang kaya memberikan banyak uang begitu saja. Dia memberi pada tempat ibadahnya, yayasannya, untuk berbagai kegiatan amal. Dia tahu bahwa untuk menerima uang, Anda harus memberi uang. Memberi uang adalah rahasia bagi kebanyakan keluarga yang sangat kaya. Itu sebabnya ada organisasi seperti Rockefeller Foundation dan Ford Foundation. Organisasi-organisasi itu dirancang untuk mengambil kekayaaan mereka dan meningkatkannya, dan juga memberikannya untuk selama-lamanya.

Ayah saya yang berpendidikan selalu mengatakan, “Bila saya mempunyai uang lebih, saya akan memberikannya.” Masalahnya adalah, tidak pernah ada uang lebih. Maka dia bekerja semakin keras untuk mendapatkan uang lebih banyak daripada memfokuskan diri pada hukum uang yang paling penting,“Berikanlah dan Anda akan menerima”. Sebaliknya dia percaya pada “Terimalah dan kemudian Anda memberi”.

Hal 215:
Kita pergi ke sekolah untuk belajar suatu profesi sehingga kita dapat bekerja untuk mendapatkan uang. Menurut pendapat saya, belajar bagaimana memiliki uang yang bekerja untuk Anda juga penting.

Saya menyukai kemewahan saya seperti halnya orang lain. Perbedaannya asalah, sebagian orang membeli kemewahan mereka dengan cara kredit. Ini jebakan -mengikuti-keluarga-Salim. Ketika saya ingin membeli mobil Porsche, jalan yang termudah adalah menelpon bankir saya dan mendapatkan pinjaman. Alih-alih memilih berfokus pada kolom liabilitas, saya memilih berfokus pada kolom aset.

Sebagai kebiasaan, saya menggunakan hasrat/nafsu saya untuk mengkonsumsi untuk mengilhami dan memotivasi kejeniusan finansial saya untuk berinvestasi.

Sekarang ini terlalu sering, kita lebih berfokus pada meminjam uang untuk mendapatkan hal-hal yang kita inginkan ketimbang berfokus pada menciptakan uang. Yang satu lebih mudah untuk jangka pendek, tetapi lebih sulit untuk jangka panjang. Adalah suatu kebiasaan buruk bahwa kita sebagai individu dan sebagai bangsa telah jatuh ke sana. Ingatlah, jalan yang mudah seringkali menjadi sulit, dan jalan yang sulit menjadi mudah.

Hal 218
Ayah saya yang kaya memberi uang sekaligus pendidikan. Dia sangat percaya akan zakat atau derma. Dia akan selalu mengatakan, “Jika kamu menginginkan sesuatu, kamu harus memberi lebih dulu.” Ketika dia kekurangan uang, dia tetap memberikan uangnya pada tempat ibadah atau ke lembaga sosial kesukaannya.

Jika saya dapat meninggalkan satu gagasan tunggal untuk Anda, ya gagasan itu. Kapanpun Anda merasa “kekurangan” atau “membutuhkan” sesuatu, berikanlah dulu apa yang Anda inginkan dan itu akan kembali pada Anda berlimpah-limpah. Itu benar untuk uang, sesungging senyum, cinta, dan persahabatan. Saya tahu hal ini seringkali merupakan hal terakhir yang mau dilakukan seseorang, tetapi itu selalu berhasil untuk saya. Saya percaya bahwa prinsip timbal balik itu benar, dan saya memberikan apa yang saya inginkan. Saya menginginkan uang, maka saya memberikan uang, dan itu kembali berlipat ganda. Saya ingin meningkatkan penjualan, maka saya membantu orang lain menjual sesuatu, dan penjualan pun mendatangi saya. Saya menginginkan koneksi, dan saya membantu orang lain mendapatkan koneksi, dan seperti sulap, koneksi mendatangi saya. Beberapa tahun yang lalu, saya mendengar sebuah perumpamaan yang berbunyi, “Tudah tidak perlu menerima, tetapi manusia perlu memberi”.


postingan di copy dan sedikit ane edit dari

http://nnur.staff.uii.ac.id/2009/11/02/kutipan-rich-dad-poor-dad-robert-t-kiyosaki-bersama-sharon-llechter-cpa/



Sabtu, 26 November 2011

Sifat Karakter Orang yang Sukses dalam Berbisnis

Ternyata menurut beberapa penelitian yang dilakukan, terdapat 13 karakter yang membuat seseorang dapat menjadi sukses dalam menapaki usaha dan bisnis mereka.

1. Punya Cita-cita yang kuat, ingat… yang KUAT.

2. Tidak pernah takut untuk GAGAL.

3. Berani Keluar dari Comfort Zone, berani mengerjakan hal-hal yang tidak menyenangkan pada mulanya, mau mengorbankan kesenangan untuk sementara dan setelah itu akan menikmati kesenangan itu untuk selamanya.

4. Bertanggungjawab penuh untuk hasil yang ia dapatkan. Terutama jika gagal tidak menyalahkan siapapun.

5. Tidak pernah menunggu waktu yang menurutnya tepat untuk memulai sesuatu. Sehingga karena menunggu terus, tidak pernah mulai Action.

6. Mampu menyusun target pribadi.

7. Punya rencana kerja dan mengevaluasinya secara berkala.

8. Punya disiplin diri untuk mengerjakan langkah-langkah sesuai target. Jadi apa yang dilakukannya tidak berdasarkan ‘mood’, kadang suka kadang tidak.

9. Tahu cara memilah apa yang penting atau apa yang tidak penting yang dilakukannya, agar tercapai cita-citanya.

10. Selalu melihat keadaan yang tidak menyenangkan yang dihadapinya sebagai sesuatu yang sifatnya sementara dan selalu ada jalan keluar untuk itu.

11. Punya jiwa besar yang selalu memberikan dukungan terhadap orang lain, sehingga mampu melihat kesuksesan orang lain sebagai tantangan/motivasi untuk membuatnya lebih maju.

12. Selalu punya sikap positif terhadap apa yang didapatkannya. Karena di dunia ini dalam setiap hal selalu ada 2 hal yang datang bersamaan, ada positif dan ada negatif.

13. Selalu mampu bersyukur atas apa yang diterimanya. Sehingga mampu menikmati proses demi proses tahapan yang harus dilalui untuk menjadi orang yang sukses.

Rabu, 23 November 2011

did you know : pengaruh obat narkotik dan golongannya terhadap saraf manusia

DEWASA ini, banyak orang yang mengonsumsi obat-obatan atau narkoba, mulai dari anak kecil sampai dewasa, bahkan orang yang lanjut usia. Sebenarnya, narkoba ini digunakan di rumah sakit-rumah sakit, seperti narkotika yang digunakan untuk menghilangkan rasa sakit pasien pada saat operasi.

Untuk pemakaian ini, narkotika harus digunakan sesuai dengan dosis yang tepat dan di bawah pengawasan dokter. Namun, karena efeknya yang dianggap dapat membuat jiwa lebih tenang dan nyaman, ada upaya sebagian orang untuk menyalahgunakannya, yaitu menenangkan jiwa yang sedang kacau sehingga beban tersebut terasa hilang. Padahal, beban tersebut tetap ada, malahan pemakaian obat-obatan tersebut menambah masalah baru bagi dirinya, terutama kesehatannya. Masalah tersebut akan timbul apabila si pemakai telah merasa ketagihan, yaitu dengan rusaknya alat tubuh terutama sistem saraf, penurunan gairah seksual, dan kemandulan.

Ada empat macam obat yang berpengaruh terhadap sistem saraf, yaitu:

1. Sedatif, yaitu golongan obat yang dapat mengakibatkan menurunnya aktivitas normal otak. Contohnya valium.

2. Stimulans, yaitu golongan obat yang dapat mempercepat kerja otak. Contohnya kokain.

3. Halusinogen, yaitu golongan obat yang mengakibatkan timbulnya penghayalan pada si pemakai. Contohnya ganja, ekstasi, dan sabu-sabu.

4. Painkiller, yaitu golongan obat yang menekan bagian otak yang bertanggung jawab sebagai rasa sakit. Contohnya morfin dan heroin.

Penggunaan obat-obatan ini memiliki pengaruh terhadap kerja sistem saraf, misalnya hilangnya koordinasi tubuh, karena di dalam tubuh pemakai, kekurangan dopamin. Dopamin merupakan neurotransmitter yang terdapat di otak dan berperan penting dalam merambatkan impuls saraf ke sel saraf lainnya. Hal ini menyebabkan dopamin tidak dihasilkan. Apabila impuls saraf sampai pada bongkol sinapsis, maka gelembung-gelembung sinapsis akan mendekati membran presinapsis.

Namun karena dopamin tidak dihasilkan, neurotransmitte tidak dapat melepaskan isinya ke celah sinapsis sehingga impuls saraf yang dibawa tidak dapat menyebrang ke membran post sinapsis. Kondisi tersebut menyebabkan tidak terjadinya depolarisasi pada membran post sinapsis dan tidak terjadi potensial kerja karena impuls saraf tidak bisa merambat ke sel saraf berikutnya.

Efek lain dari penggunaan obat-obatan terlarang adalah hilangnya kendali otot gerak, kesadaran, denyut jantung melemah, hilangnya nafsu makan, terjadi kerusakan hati dan lambung, kerusakan alat respirasi, gemetar terus-menerus, terjadi kram perut dan bahkan mengakibatkan kematian. Untuk menyembuhkan para pencandu diperlukan terapi yang tepat dengan mengurangi konsumsi obat-obatan sedikit demi sedikit di bawah pengawasan dokter dan diperlukan dukungan moral dari keluarga serta lingkungannya yang diiringi oleh tekad si pemakai untuk segera sembuh. Hal yang paling penting adalah ditumbuhkannya nilai agama dalam diri si pemakai.


did you know : Kereta api kecepatan tinggi

Ketika Richard Trevithick memperkenalkan lokomotif uap pada tanggal 21 February 1804, melaju dengan kecepatan 8 km/jam (5 mph). Pada tahun 1815, seorang Inggris yang bernama George Stephenson membuat locomotif uap untuk barang yang pertama di dunia, digunakan oleh pertambangan Killingworth. Pada tahun 1825, dia memperkenalkan kereta api penumpang pertama, yang dapat melaju dengan kecepatan 25 km/jam (16 mph). Saat ini kereta dapat 'melayang' diatas rel dengan kecepatan 500 km/jam (311 mph). Dan memang benar-benar melayang, karena tidak menyentuh sama sekali pada relnya.

The Eurostar
Eurostar menggunakan tenaga 12,200 kW untuk membawa 766 penumpang dengan kecepatan 300 km/jam (188 mph)

Kebutuhan akan kereta api cepat
Kebutuhan akan kereta api cepat semakin meningkat sejak Jepang memperkenalkan kereta api peluru Shinkansen pada tanggal 1 Oktober 1964, yang menandai dibukanya Olimpiade Asia yang pertama di Tokyo. Kereta api peluru membuktikan bukan hanya mengagumkan saja, tetapi juga layak dipasarkan sebagai kereta api tercepat.

Diawal tahun 70-an, negara Perancis membuat TGV (Train Grande Vitesse). TGV adalah versi Perancis untuk jenis kereta api kecepatan tinggi. Masih ada lagi yang lainnya: bahkan lebih dari 350 buah. ICE3, buatan Siemens, Jerman, mencapai kecepatan 330 km/jam (206 mph). Eurostar dengan kapasitas 700 penumpang melaju dengan kecepatan 300 km/jam (188 mph), dengan sumber daya 2 motor penggerak berkekuatan 12,200 kW. Team gabungan Siemens dan French Alstrom membuat Spanish Talgo, yang mencapai kecepatan 350 km/jam (218 mph). Di Australia, Speedrail TGV yang menghubungkan Sydney-Canberra berjalan dengan kecepatan hingga 360 km/jam (225mph) di tahun 2004. Di Amerika Serikat sendiri, Acela, akan melaju dengan kecepatan 320 km/jam (200 mph). Bahkan China pun telah merancang jenis kereta api baru berkecepatan tinggi yang menghubungkan kota Beijing dan Shanghai sejauh 1,280 km (800 miles). KEreta api berkecapan tinggi juga terdapat di Inggris, Itali, Belgia, Belanda, Switzerland, Taiwan dan Korea Selatan. Tapi mungkin hanya Jepang yang diketahui memiliki kereta api Super cepatnya, yang melaju dengan kecepatan 552 km/jam (345 mph).

Teknologi
Untuk mencapai kecepatan yang mengagumkan ini, dibutuhkan kecanggihan juga untuk mengembangan sistem baru dalam perancangan jalur rel.

Pada jalur rel kereta TGV, bagian relnya dilas dengan baja hibrid dan beton, yang diletakkan diatas bantalan balas yang tebal. Kombinasi antara faktor sudut dan superelevasi sangat menentukan terwujudnya kecepatan super ini: radius jarak 5 km (3 mil) dianggap terlalu pendek. Diantara tiap gerbong dihubungkan dengan 2 poros semi permanen.

Pada kerete Maglev sistem yang digunakan adalah tenaga elektromaknit antara maknit superkondukting pada badan kereta dengan koil pada bantalan rel. Pada saat maknit melewati dengan kecepatan tinggi, sebuah daya listrik muncul pada koil, yang mengakibatkan terjadinya medan elektromaknit sementara. Hasilnya, terjadi dua tenaga, yang saling mendorong dan menarik maknit superkondukting sehingga kereta melayang diatas bantalan rel. Daya ini pula menyebabkan kereta dapat melaju dengan kecepatan sangat tinggi.

TGV Atlantique
TGV Atlantique, dengan kapasitas kursi 485 dan dapat mencapai kecepatan lebih dari 300 km/jam (188 mph). Di tahun 1990, kecepatan yang dicapai 515 km/jam (321,8 mph)

Kereta melayang
Kereta Maglev sebenarnya tidak pernah menyentuh relnya pada saat berjalan. Sistem superconduktor-nya membuat kereta melayang diatas permukaan rel. Kereta buatan Siemens-Alstrom melayang 1cm (0,39 in) diatas rel. Kereta Jepang Shinkansen melayang 10 cm (3,9 in) diatas relnya. Shinkansen menggunakan rodanya hingga mencapai kecepatan 100 km/jam (62 mph) sebelum dia benar-benar melayang. Pada kecepatan tertentu, helium encer yang sangat dingin digunakan untuk meminimalkan kehilangan energi pada bidang maknit. Sedangkan jenis yang dibuat di Eropa menggunakan maknit biasa, tetapi membuatnya lebih cepat melayang.

Riset Maglev dimulai tahun 1962, dan pada tahun 1970 studi tentang sistem levitasi elektrodinamis dengan menggunakan superkonduksi telah menampakkan hasilnya. Pengujian pertama dilakukan pada tahun 1979. Di bulan Desember 1986, sebuah kereta dengan 3-mesin tercatat mencapai kecepatan 352.4 km/jam (220 mph). Di bulan Desember 1997, sebuah kereta dengan jenis MLX01 yang berawak dapat mencapai kecepatan 531 km/jam (331 mph), sedangkan yang tidak berawak dapat mencapai 550 km/jam (344 mph). Tahun berikutnya, sebiuah pengujian terhadap sepasang kereta api yang saling berpapasan dengan kecepatan relatif 966 km/jam berhasil. Di bulan Maret 1999, sebuah kereta tanpa awak MLX01 5-mesin dapat mencapai kecepatan 548 km/jam (342 mph). Di bulan April, kereta berawak 5-mesin MLX01 mencatat rekor yang menakjubkan dengan mencapai kecepatan 552 km/jam (345 mph).

Bagaimana cara berhentinya?
Kereta TGV memiliki sistem rem dinamis, dengan bantalan rem untuk berhenti untuk kebutuhan darurat. Setiap gerbong dilengkapi dengan empat cakram per as rodanya, dan bantalan rem cadangan. Rem dengan sistem induksi maknit sedang direncanakan untuk model yang akan datang. Cara penghentian kereta Maglev sama dengan caranya maju, yaitu dengan sistem maknit superkonduksi.

Jalur kereta api super cepat ini benar-benar dipagar ketat dan dirawat dengan sangat teliti. Walalupun pernah terjadi kasus tergelincir, namun dalam hampir dua dekade pengoperasianya tidak pernah terjadi jatuh korban.

Pada kecepatan tinggi sangat tidak mungkin untuk dapat melihat tanda-tanda di sepanjang rel. Semua sinyal ditransmisikan ke dalam kereta langsung melalui rel ke monitor pengawas di dalam kabir kereta. Hampir semua fungsi pada kereta super cepat ini dikontrol secara digital, benar-benar sesuai dengan angkutan di era digital.

Ikuti jalur

Di tahun 1815, lokomotif uap temuan George Stephenson berjalan diatas jalur antar rel selebar 1,42m (4ft 8in) . Kemudian dia menambahkan 1,3 cm (1/2 inchi) pada lebar jalur. Lebar inilah yang menjadi ukuran standar saat ini (1,44m or 4ft 8 1/2 in).

Pada bulan Desember 1830, the Best Friend of Charleston, menarik sebuah kepala kereta diatas jalur kereta api di Carolina Selatan, dalam rangka memperkenalkan jalur kereta api di Amerika

Lokomotif pertama buatan Amerika adalah Tom Thumb, yang dibuat oleh Peter Cooper.

Di tahun 1888, Frank J. Sprague menyelesaikan jalur kereta api listrik yang pertama dengan panjang 19 km (12 miles) di Richmond, Virginia. Tetapi, lokomotif listriknya sendiri baru diperkenalkan pada tahun 1895.

Kereta bermesin diesel yang pertama berjalan ditahun 1925. Kereta diesel yang paling cepat di dunia adalah TEP80 buatan Rusia, dapat melaju dengan kecepatan 273 km/jam (147 mph).

Kereta TGV 001 buatan Perancis, menggunakan tenaga turbin gas,dapat melaju dengan kecepatan paling tinggi 318 km/jam (198 mph) pada tanggal 8 Desember 1972.

Kereta TGV Atlantique dapat mencapai kecepatan 515 km/jam (321,8 mph) pada tanggal 18 Mei 1990.

Pada bulan April 1999, kereta Maglev 5 mesin buatan Jepang mencatat rekor dunia dengan kecepatan 552 km/jam (345 mph).

Kata lokomotif digunakan bila mesin tenaganya dapat dipisahkan dari gerbongnya

Shinkansen E2 train of Japan - pic copyright 1998 DAJ Fossett
Kereta super cepat Shinkansen E2 yang menghubungkan Nagano ke Tokyo
Hak cipta Photo ada pada DAJ Fossett



See: Kereta berkecepatan tinggi

Jumat, 18 November 2011

menikah di saat kuliah dan sambil bekerja..bagaimana???

Menikah di kala kuliah sambil kerja enak gak ya? Setelah capek berkerja , berkutat dengan buku-buku, ‘killer’-nya dosen, tugas-tugas yang gak bosan menanti, tampang kita yang kucel banget, tapi saat di rumah bisa seger lagi lho. Kebayang, ada istri yang menanti, anak yang ribut cerita-cerita, lalu makan bareng, dan kita sibuk bermain-main dengan anak , ada istri yg melayani....gak terbayang enaknya

Tapi ada juga yang sebaliknya, nah lho! Udah capek di kantor, pulang-pulang ke rumah, rumah laksana kapal pecah, anak-anak pada berantem, nangis,anak belom mandi wah…kaya’ ginian sepet nih. Belum lagi di tambah saat tibanya masa ujian semester ,sibuk dan stress karna pekerjaan, whoooaaaaa...!!!jadi ingin nangis. Perasaan, kok nikah malah jadi sengsara .....dan beban

Ada juga mereka yang jalani aja .. biarpun aral melintang dihadapi bersama .. yg penting berkeluarga dulu...sedangkan saya..masih berfikir masalah investasi masa depan , takut , dan berfikir agar anak dan istri saya kelak tidak akan kesusahan saat bersamaku.. T_T

Jadi idealnya gimana dong? Nyelesaikan kuliah dulu sambil bekerja, baru menikah, atau sambil kuliah juga menikah. Ada lho yang berhasil, dalam artian ‘berani menikah’ dan prestasi tetap dapat diraih. Tapi ya…itu, ada pula yang sebaliknya. Gedubrak! pusing....antara takut dan banyak berfikir..

Masalah diatas bukan hanya terjadi pada kita saja lho, banyak banget kasus seperti ini. Karena itu dalam Islam kita kenal istilah Fiqih Muwazanah, atau fiqih untuk membuat pertimbangan-pertimbangan praktis. Atau kerennya sih, kaedah fiqih ini bisa untuk membuat pertimbangan-pertimbangan praktis. Misalnya nih, mana dulu yang penting sih antara menikah saat masih kuliah sambil berkerja atau setelah selesai kuliah baru menikah.

Buat ‘kalangan atas’, kaidah fiqih ini sering digunakan juga di kalangan aktifis dakwah yang hendak menikah lagi [ta'addud atau poligami]. Pertimbangan mereka sih memang udah beda, mereka mikirnya dengan alasan dakwah perlu menambah seseorang atau lebih gak ya, di samping seorang istri yang udah jadi pendampingnya. Nyambung gak? Kalau gak nyambung di-EGP-in aja, karena ini ‘pembicaraan kalangan atas’, lha 1 aja belum ada dan gak dapat-dapat, udah bicara ta’addud. haahaahaa

Wah…yang cewek bisa sensitif nih! Kalem…kalem…Tausyiah ini baru membahas tentang menikah sambil kerja dan kuliah kok, belum ta’addud-ta’addud-an. Ntar kalau masing-masing udah punya 1, baru kita rencanakan strateginya..haahaa

Terkait dengan masalah di atas, kita lihat yuk, bagaimana Sayyid Sabiq dalam Fiqih Sunnah [juz 2 hal. 12-15, Darul Fikri, tahun 1412 H/1992 M] menjelaskan tentang menikah ini.

Dari buku tersebut, kita bisa membuat khulashah [rangkuman] dari pandangan ulama diatas, yaitu:

1. MENIKAH HUKUMNYA WAJIB

Artinya, jika dilakukan menjadikan Allah Subhanahu wa Ta’ala ridho, dan pelakunya mendapatkan pahala, dan jika tidak dilakukan menjadikan Allah Subhanahu wa Ta’ala murka dan yang meninggalkannya mendapatkan dosa. Nah, kapan menikah menjadi perbuatan wajib? Yaitu, apabila memenuhi hal-hal berikut ini: – Dirinya telah memiliki kemampuan, baik materiil maupun biologis. – Nafsu dan jiwanya telah menggelora. – Terancam atau khawatir terjerumus dalam perzinahan.

2. MENIKAH HUKUMNYA SUNNAT

Bisa sunnat juga lho, artinya jika dilakukan mendapatkan pahala dan jika ditinggalkan tidak mendapatkan dosa. Menikah menjadi perbuatan sunnat, jika kondisinya adalah sebagai berikut: – Dirinya telah memiliki kemampuan, baik materiil maupun biologis. – Nafsu dan jiwanya telah menggelora. – Tidak ada kekhawatiran dalam dirinya [atau merasa aman] dari perzinahan.

3. MENIKAH HUKUMNYA HARAM

Wuah…menikah kok hukumnya haram ya? Iya, yaitu jika kondisinya adalah: – Tidak memiliki kemampuan, baik materiil maupun biologis. – Nafsu dan jiwanya sudah menggelora.

Kalau emang kondisinya kaya’ gini, maka yang mestinya dilakukan adalah hendaklah dia memperbanyak berpuasa dan menyiapkan diri untuk memiliki dua kemampuan di atas, serta menjaga kesucian dirinya.

4. MENIKAH HUKUMNYA MAKRUH

Menikah juga ada yang makruh ya? Yup! Yaitu apabila kondisinya adalah: – Tidak memiliki kemampuan, baik materiil maupun biologis. – Nafsu dan jiwanya sudah menggelora. – Pihak wanitanya menerima kondisi ini.

5. MENIKAH HUKUMNYA MUBAH ATAU JAIZ ATAU BOLEH

Maksudnya, jika kondisi seseorang biasa-biasa saja, tidak ada kondisi yang mewajibkan atau mensunnatkan, dan tidak ada pula kondisi yang mengharamkan atau memakruhkan.

Nah…sekarang udah tahu-kan, bahwa dalam fiqih Islam, hukum pernikahan ada yang wajib, sunnah, makruh, haram, dan mubah. Ini sesuai dengan keadaan yang bersangkutan lho, artinya tiap orang bisa beda-beda kan.

Sekarang coba merenung deh, atau berdiri depan cermin, kira-kira yang di cermin itu pada posisi mana ya. Hmm…mikir-mikir .. dan sampek pusing aku memikirkannya.

Kalau udah mikir, lalu kesimpulannya bahwa posisi sekarang adalah posisi kedua, maka menurut Ustadz Musyaffa A. Rahim, Lc ada 1 lagi pertimbangan yang harus dilakukan. Wuah…ribet banget sih mau nikah aja! Gak kok, menurut beliau pertimbangan apabila teman-teman pada posisi kedua, yaitu apakah dengan menikah nanti, kuliah akan terganggu atau terhenti?

Kalau menikah akan mengganggu kuliah, dalam artian gangguan serius seperti cuti, apalagi sampai terhenti, maka menikah saat sekarang ini tidaklah masuk kategori sunnat [kedua], namun sebaliknya, yaitu makruh [keempat]. Karena menurut beliau lagi, menuntut ilmu hukumnya wajib, sementara menikah pada kondisi seperti diatas ‘hanyalah’ sunnat.

Gimana kalau dalam perhitungan, menikah gak akan menjadi gangguan serius terhadap perkuliahan, bahkan akan menjadi faktor kesuksesan, maka menikah pada kondisi ini paling tidak hukumnya adalah sunnat, bahkan bisa menjadi wajib lho, wallahu a’lam.

Termasuk dalam hal ini, jika udah mikir-mikir sebenarnya sih ada pada posisi makruh [keempat], namun ada cewek yang mengajak menikah, ehm…ehm…bahkan cewek itu ngasih jaminan untuk tidak mengganggu perkuliahan, malah mau bantu-bantu, wooowww…aseeeekkkk* [senang banget dan berbinar-binar], maka kondisi makruh bisa jadi sunnat. Sebab faktor yang memakruhkannya telah hilang dengan adanya jaminan itu.

Namun lagi-lagi Ustadz Musyaffa menyarankan kepada para teman-teman untuk berpegang pada sifat rujulah [kejantanan], jadi bukan mengandalkan atau menyandarkan diri pada jaminan pihak cewek. Bukan gak percaya pada jaminan cewekt lho, namun demi menjaga sifat rujulah tersebut. Iya dong, cowok itu kan calon ‘qowwam’-nya cewek dan kepala rumah tngga di keluarga! Jadi tunjukkan tuh sifat rujulah!

Kalau udah pada posisi sunnat, maka segera diskusikan dengan orang tua, agar ada tafahum dalam hal ini, jadi kamu puas orangtua pun qana’ah dengan keputusan menikah. Sama-sama puas.

mari kita merenung, mikir…mikir…kalau udah pada posisi emang harus menikah, jangan ‘mbulet’ lho, pake’ alasan sana-sini. Karena kalau sebenarnya udah dalam posisi sehat dan mampu, dan belum menikah maka kata Rasulullah SAW, Ia adalah termasuk teman setan, atau mungkin termasuk golongan pendeta Nasrani, karena sunnah kami adalah menikah. Orang yang paling buruk diantara kamu adalah mereka yang membujang. Orang mati yang paling hina di antara kamu adalah orang yang membujang. [HR Ibnu Atsir dan Ibnu Majah]

Syeeerem ammiiirrrr! aku sampek merinding dan berfikir.... dapat idak..dapat idak pasangan..haahaa

Bukankah dengan menikah, mereka akan disejajarkan Rasulullah SAW dengan mujahid fii sabilillah yang dijanjikan akan mendapat pertolongannya! Karena kata beliau, tiga golongan yang menjadi keharusan Allah untuk membantu mereka adalah orang yang menikah untuk memelihara kesucian diri, budak yang hendak membayar kemerdekaan dirinya, dan orang-orang yang berperang di jalan Allah. [HR Ahmad, Turmudzi, an-Nasa'i dan Ibnu Majah]

Wallahu a’lam bi showab.

hanya sedikit edit dan penambahan.

haris

di copas dan sedikit ane edit

Sabtu, 15 Oktober 2011

did you know : 4 mitos tentang rambut

Rambut indah dan bersinar menjadi impian semua wanita di seluruh dunia. Hal itu membuat wanita rela menjalani perawatan apapun demi mendapatkan rambut indah dan bagus.

Tetapi, tak semua tips atau saran yang Anda dapatkan benar. Ada juga beberapa saran tersebut hanyalah mitos belaka.

Seorang penata rambut terkenal dari sebuah perusahaan, Jenny Cho mengkritik soal aturan rambut yang menyatakan rambut indah adalah yang mengkilap. Dalam sebuah wawancara, Cho menyatakan ungkapan itu hanya mitos.

Dan selama ini banyak wanita telah percaya dengan mitos tentang rambut. Dan berikut ini, empat mitos seputar rambut seperti dikutip dariGenius Beauty:

1. Soal aturan yang menyatakan memotong ujung rambut untuk mempertahankan pertumbuhan rambut hanyalah mitos. Menurut Cho memangkas ujung rambut adalah cara bagus agar rambut sehat tapi bukan berarti membuat rambut tumbuh lebih cepat. Cho menjelaskan pada periode satu bulan rambut tumbuh sekitar 1 cm. Dan itu tidak tergantung, apakah ujung-ujungnya dipangkas atau tidak.

2. Aturan yang mengatakan masker buatan sendiri akan membuat rambut sulit halus. Menurut para ahli, keberhasilan perawatan tergantung pada produk profesional yang sesuai dengan pengobatan tergantung dengan jenis dan tekstur rambut.

Sebuah masker buatan sendiri dapat menjadi suplemen untuk perawatan dasar saja jika resep tersebut telah disarankan oleh penata rambut pribadi seseorang.

3. Mitos lain soal rambut yang menyatakan tekstur rambut tidak pernah berubah adalah salah. Misalnya, rambut lurus tiba-tiba bisa menjadi bergelombang di beberapa periode dan sebaliknya. Para ahli percaya bahwa perubahan dalam struktur rambut dikatikan dengan banyak faktor seperti obat-obatan, pewarna rambut, stres, usia, dan hormon.

4. Penata rambut mengatakan sampo dan kondisoner tidak bisa membersihkan rambut dengan bersih. Itulah mengapa dalam dua hari rambut kembali kotor. Tetapi, penata rambut terkenal percaya sabun cair biasa dengan tingkat PH netral bisa membersihkan jauh lebih baik dan membuat rambut bersih lebih lama.

Did u know :burung sanggup terbang menmbus badai topan


Saat berpapasan dengan badai, selama 27 jam, kecepatan terbang mereka turun ke 14 kilometer per jam karena menantang arah angin. Setelah berhasil tembus, kecepatan naik menjadi 145 kilometer per jam. (lansing.wbu.com)

Banyak burung melakukan migrasi dengan terbang sejauh ribuan kilometer per tahun. Mereka terbang di atas daratan, lautan, dan ternyata, mereka mampu terbang menembus badai.

Bryan Watts, Director of the Center for Conservation and Biology, College of William and Mary, Virginia, Amerika Serikat memasang pemancar satelit pada burung Whimbrel untuk memantau pergerakan mereka selama 3 tahun terakhir.

“Burung-burung ini beranak pinak di kawasan dekat Kutub Utara. Padahal mereka mencari makan di kawasan utara Amerika Selatan, di sekitar Venezuela, dekat hutan Amazon,” kata Watts, seperti dikutip dari NPR News, 14 Oktober 2011.

Artinya, kata Watts, mereka terbang jarak jauh dan melakukan penerbangan luar biasa. “Burung yang kami lacak bahkan terbang 3.500 mil (sekitar 5.600 kilometer) nonstop dari Virginia ke Alaska,” ucapnya. “Ia bergerak dengan kecepatan 55 sampai 65 kilometer per jam selama 5 hari penuh,” kata Watts.

Watts menyebutkan, selama ini, para pengamat ingin mengetahui apa yang terjadi jika burung ternyata dihadang badai. Untuk itu, mereka memasang pelacak pada burung yang lebih besar, yakni burung Hope. Agustus lalu, burung yang dipasangi pelacak terbang dari Nova Scotia dan berjumpa dengan badai tropis Gert.

“Saat berpapasan dengan badai Gert, selama 27 jam, kecepatan terbang mereka turun ke 14 kilometer per jam karena menantang arah angin,” kata Watts. “Setelah berhasil menembus badai, kecepatan terbang menjadi 145 kilometer per jam karena mendapat dorongan dari angin badai,” ucapnya.

Watts menyebutkan, peneliti belum menemukan apa yang membuat mereka mampu terbang secara luar biasa seperti itu. Yang pasti, saat tiba di tempat mereka mencari makan, bobot mereka hanya 350 sampai 400 gram. Namun selama 3 minggu berikutnya, bobot mereka naik 50 persen.

“Saat mereka pulang ke tempat asal, mereka bagaikan seperti bola lemak yang menyimpan energi dalam jumlah cukup untuk melakukan penerbangan jarak jauh,” ucap Watts. “Tampaknya faktor ini yang memungkinkan mereka mampu menghadapi angin kencang selama itu,” ucapnya.

Watts menyebutkan, satu hal yang mereka pelajari setelah memasang pemancar satelit pada burung ini adalah, meski burung mengarungi jarak yang demikian jauh, namun mereka bergantung pada satu kawasan kecil di daerah spesifik.